Materi Gelap Keberadaan Tak Kasat Mata Sebagai Perekat Gaib

Materi Gelap Keberadaan Tak Kasat Mata Sebagai Perekat Gaib

Materi Gelap Keberadaan Tak Kasat Mata Sebagai Perekat GaibDiduga ada sesuatu di alam semesta ini yang mengikat seluruh benda-benda langit. Di mana ada sebuah materi tak kasat mata yang berperan sebagai perekat gaib bagi alam semesta. Untuk melacak keberadaan materi gelap yang satu ini para ilmuwan tengah berupaya sekuat tenaaga dan memecahkan misteri itu tadi. Pada dasarnya keberadaan perekat gaib itu tadi belum bisa dideteksi secara langsung. Bahkan sampai saat ini materi gelap tersebut hanya berupa spekulasi saja.

Meskipun begitu para ilmuwan telah melakukan prediksi bahwa kurang lebih sebanyak 85 persen perekat gaib yang ada di alam semesta ini kemungkinan besar dibuat dari apa yang diyakini sebagai materi gelap. Meskipun tidak memperoleh definisi yang meyakinkan namun para ilmuwan atau ahli tersebut masih senantiasa melakukan pellacakan terhadap keberadaan materi gelap itu tadi. Bahkan salah satu teleskop ruang angkasa yang paling baru dan canggih yang tak lain adalah James Webb Space mempunyai misi tersendiri dalam melakukan pelacakan terhadap jejak materi gelap itu tadi.

Lain halnya dengan kai noeske yang merupakan ahli di bidang astronomi dari pihak ESOC alias European space observation centre yang ada di wilayah jerman khususnya darmstadt. Di mana kai noeske tadi menyebutkan bahwa ada suat hal yang sangat misterius dalam citra pertama yang mana telah berhasil direkam oleh teleskop yang bernama james webb space itu tadi. Lebih lanjutnya lagi hal tersebut dikirim balik ke bumi sekitar tanggal 12 juli 2022 kemarin yang mana kai noeske sendiri tengah menunjuk citra dari stephan’s quintet yang tak lain merupakan kumpulan dari beberapa galaksi yang sebelumnya memang tak pernah tampak sama sekali.

kai noeske juga mengungkapkan bahwa ada banyak sekali hal yang tidak diketahui oleh manusia di luar sana. Bahkan kai noeske sendiri juga tidak tahu apa saja yang belum diketahui oleh tiap individu. Namun kai noeske menerangkan lebih lanjut bahwa kemungkinan besar hal tersebut merupakan materi gelap. Adanya materi gelap ini kemungkinan besar bisa ditemukan secara tak sengaja ketika seorang ahli fisika dari skotlandia irlandia yang bernama lord Kelvin di abad ke 19 lalu hendak melakukan perhitungan maupun perkiraan terhadap massa galaksi yang bernama bima sakti.

Waktu itu lord kelvin sengaja menggunakan data untuk mengetahui secepat apa bintang bintang tersebut melakukan gerakan rotasi di inti galaksi. Ketika melakukan perhitungan itu tadi lord kelvin pada akhirnya menemukan adanya anomali data dan sesuatu yang tak bisa dijelaskan secara ilmiah yang mana hal itu disebut sebagai materi gelap karena memang tidak bisa dilihat secara kasat mata. Seorang Pakar fisika teoritis yang berada di the European organization for Nuclear research alias CERN yang tak lain adalah tevong you juga turut menjelaskan lebih dalam lagi. Di mana galaksi-galaksi itu tadi kelihatannya memang melakukan gerakan rotasi yang jauh lebih cepat jika dibandingkan dengan estimasi atau perkiraan dari para ahli.

Tevong you juga turut menambahkan lagi ke dalam teorinya bahwa memang ada materi yang tak kasat mata. Tugasnya sendiri bertanggung jawab penuh dalam melakukan kecepatan rotasi pada galaksi bima sakti. Lebih lanjutnya lagi tevong you juga ikut menjelaskan bahwa kemungkinan besar hal tersebut juga diamati berdasarkan galaksi yang lain. Sehingga bintang-bintang tersebut dapat melakukan gerakan rotasi dengan kecepatan yang jauh lebih tinggi. Menurut tevong young sendiri di kawasan bagian pinggir galaksi ada hal yang terasa sangat aneh baginya.

Materi Gelap Keberadaan Tak Kasat Mata Sebagai Perekat Gaib

Pengamatan bintang secara terus menerus juga tetap dilakukan oleh para ahli astrofisika dan juga astronomi. Di mana mereka melakukan pengamatan atau observasi yang mendalam terhadap bintang yang melakukan gerakan rotasi mengelilingi inti galaksi yang mana menggunakan kecepatan yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan perhitungan oleh para ahli tadi. Sebagai perumapaan ada sebuah tali yang tak kasat mata yang mampu mengikatnya dan bahkan tidak bisa putus ketika kecepatannya tersebut lebih tinggi dari perkiraan para pakar.

Apabila tidak ada materi yang tak kasat mata itu tadi maka nantinya seluruh benda-benda langit itu tadi pastinya akan terbang bercerai berai di alam semesta. Baik itu planet, bintang-bintang, dan bahkan satelitnya sendiri ikut berterbangan atau bisa saja bertubrukan karena tidak ada pengendalinya. Namun penjelasan mengenai materi gelap itu adi masih menjadi peertanyaan terbesar dan belum ada jawaban pastinya.

Sejauh ini para ilmuwan bahkan belum bisa membuktikan maupun menengok sendiri eksistensi dari materi gelap itu tadi. Hal ini tidak lain karena materi gelap tersebut memang tidak melakukan interaksi terhadap medan magnet maupun cahaya yang nampak atau bahkan sinar x. Namun benda-benda langit yang ada di sekitarnya dapat merasakan efek yang begitu menakjubkan tersebut. Menariknya lagi lontaran argumentasi juga diungkapkan oleh para peneliti terkait pengamatan dalam efek materi gelap melalui gaya gravitasinya.

Maka dari itu para peneliti yang berada di the European organization for Nuclear research (CERN) terus melakukan pembuktian dengan berbagai macam metode maupun cara. Di mana nantinya para peneliti tersebut hendak melakukan pembuktian terhadap eksistensi materi gelap melalui pemandaatan Large Hadron Collider. Namun meskipun begitu faktanya umat manusia juga belum mengetahui apakah eksistensi dari materi gelap itu sendiri. Dengan begitu dapat dikatakan juga bahwa apa yang manusia ketahui dan pahami terkait alam semesta dan seisinya masih begitu jauh dari kata lengkap dan juga memadai.